MURAPEDIA.COM, LUBUK LINGGAU – Klaim Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai rumah bagi alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dinilai hanya kamuflase politik untuk meraup suara warga pergerakan menjelang kontestasi politik.
Mantan Wakil Ketua PC PMII Cabang Jogjakarta dan juga Aluni UIN Sunan Kalijaga Jogja, Adv. Abd Hafiz, SH, menegaskan bahwa jargon “PKB Rumah Alumni PMII” tidak lebih dari strategi branding yang jauh dari realitas.
“Faktanya, PKB hanya menjadikan PMII sebagai alat mobilisasi saat pemilu saja. Setelah itu, kader-kader PMII yang berjuang di bawah tidak pernah mendapatkan tempat yang layak. Itu bukan rumah, itu hanya kamuflase, hanya tenda kampanye,” tegas Adv. Abd Hafiz, SH.
Menurutnya, jika PKB benar-benar rumah alumni PMII, maka seharusnya seluruh kebijakan partai berpihak pada nilai-nilai pergerakan seperti Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh, serta keberpihakan pada kaum muda dan mahasiswa. Namun yang terjadi sebaliknya.
“Lihat saja, berapa banyak kader PMII di daerah yang hanya dijadikan vote getter, jadi timses, tapi saat pembagian kekuasaan, yang menikmati tetap elit-elit itu-itu saja. PMII hanya dipakai logonya, tapi ruh pergerakannya dimatikan,” ujarnya.
Selain itu juga yang terjadi setelah PKB terjadinya Degradasi Demokrasi yang tidak lagi mengakomodir Hak Suara Paska Muktamar Bali, Kader PMII yang berjasa membesarkan PKB dapat kursi di DPRD didepak dengan alasan karena tidak terpilih jadi Anggota Dewan.
Ia juga menyoroti banyaknya alumni PMII yang justru memilih berlabuh di partai lain karena merasa tidak dihargai di PKB. Hal itu menjadi bukti nyata bahwa rumah yang diklaim tersebut tidak nyaman bagi penghuninya sendiri.
“Kalau rumah itu nyaman, tentu penghuninya tidak akan pergi. Banyak alumni PMII hebat yang akhirnya hijrah ke partai lain, ke jalur profesional, dan ke gerakan Civil Society karena sadar rumah yang dijanjikan itu palsu. PMII itu independen sejak Deklarasi Murnajati 1972, tidak terikat partai manapun,” lanjutnya.
Adv. Hafiz menambahkan, sudah saatnya warga pergerakan sadar dan tidak lagi terjebak dalam kamuflase politik yang membungkus kepentingan oligarki partai dengan selimut PMII.
“PMII harus kembali ke khittah sebagai gerakan moral intelektual, bukan menjadi underbouw partai manapun. Jangan mau dibodohi dengan jargon rumah alumni, padahal rumah itu hanya kamuflase untuk melanggengkan kekuasaan segelintir orang,” pungkas Adv Abd Hafiz, (*)













