Tentang Kami
Portal informasi terkini dan beragam wawasan tentang Kabupaten Musi Rawas dan sekitarnya.
banner 728x250
Berita  

Masjid Agung Darussalam Muara Beliti Menjadi Ikon di Kabupaten Musi Rawas 

MURAPEDIA.COM, Musi Rawas Sumsel – Masjid Agung Darussalam Muara Beliti merupakan Masjid kebanggaan masyarakat di Kabupaten Musi Rawas, yang dibangun sekitar tahun 2009. Masjid megah ini dibangun diatas lahan seluas sekitar 5 hektar, berarsitektur dominan warna hijau, dan dapat menampung 5000 jamaah.

Masjid Agung Darussalam Musi Rawas ini dibangun setelah Kota Lubuklinggau memisahkan diri dari Kabupaten Musi Rawas dan menjadikannya masjid terbesar di kabupaten Musi Rawas. Masjid ini terbilang unik dari segi arsitektur, didominasi warna hijau, dikelilingi tanaman hias. Luas bangunan 100×100 meter (1 hektar) dengan areal pekarangan 5 hektar, mampu menampung 5000 orang  jamaah.

Fasilitas yang disiapkan menyediakan rest area, food court, kamar mandi, area parkir luas untuk berbagai jenis kendaraan, serta tempat istirahat yang nyaman dan sejuk.

Lokasinya sangat strategis di Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah Musi Rawas, Desa Muara Beliti Baru, tepat di tepi Jalan Lintas Sumatera.

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas tampaknya ingin memanfaatkan potensi ini dengan menjadikan Masjid Agung Darussalam sebagai ikon Kabupaten Musi Rawas. Ini bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pariwisata dan ekonomi lokal.

Untuk menjadikan masjid agung Darussalam Muara Beliti menjadi icon Kabupaten Musi Rawas, melalui Dinas PU CKTRP Pemerintah Kabupaten Musi Rawas terus mempercantik masjid tersebut. Diantaranya secara bertahap membenahi ornamen bagian dalam masjid, kemudian perbaikan kubah dan pemasangan sound sistem serta mengecat masjid supaya tampak lebih indah.

Kepala Dinas PU CKTRP Musi Rawas, H. Oktaviano mengungkapkan perbaikan dilakukan untuk menjadikan Masjid Agung Darussalam sebagai ikon Kabupaten Musi Rawas. “Seperti daerah lain, kita menginginkan Masjid Agung Darussalam ini menjadi ikon Kabupaten Musi Rawas,” kata H Oktaviano, kepada awak media, Senin (5/1/2026).

Dikatakannya kalau tahun sebelumnya memang bagus masjidnya tetapi kesannya kurang menarik. Sebab belum terlihat kalau masjid itu menjadi simbol atau ikon Kabupaten Musi Rawas. Untuk itu, sambung Okta, pencahayaan masjid dan kubah masjid diperbagus. Jika dilihat malam hari sangat terasa bedanya, ditambah lagi warna tembaga yang mewarnai masjid tersebut.

“Jadi memang materialnya memang mahal untuk menjadi masjid sebagai ikon Kabupaten Musi Rawas. Dan ada yang mengatakan masjid berlapiskan emas, itu tidak benar. Tetapi kalau berlapiskan Kuningan memang benar, jelas Okta.

Ia menambahkan, saat ini sound sistem masjid sudah bagus, ornamen bagian dalam juga sudah bagus. Apabila didalam sudah selesai, nanti direhab bagian luar seperti penataan parkir dan pagar serta taman.

“Seperti contoh kalau di tempat lain seperti Kalimantan dan Bengkulu, itukan ada masjid yang menjadi ikon. Artinya harus ada yang monumentallah,” ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, di Kabupaten Musi Rawas diharapkan ada alun-alun dan masjid. Mungkin kedepan akan dibangun sport center.

“Memang Muara Beliti akan dijadikan kota. Apalagi Musi Rawas menjadi penyangga dari Kota Lubuklinggau. Artinya harus ada yang monumentalah. Atau harus sesuatu yang berbeda dan mempunyai ciri khas,” bebernya.

Ditambahkannya, di tahun 2026 ini harapkan parkiran untuk masjid tertata dengan baik. Jadi yang menarik lah. Artinya pengerjaannya bertahap, mulai dari dalam, kubah dan parkir serta pagar. Masjid ini akan dibuat untuk pengunjung yang melihat untuk istirahat lebih nyaman. Makanya dijadikan ikon. Kemudian masjid ini juga akan dijadikan tempat kegiatan anak-anak remaja.

“Kalau anak-anak ada kegiatan bisa dilaksanakan di masjid tempat berkumpul dan beribadah,” katanya. Sehingga kalau masjidnya menarik masyarakat yang melintas langsung tertarik untuk mampir dan istirahat sembari ibadah.

“Ini merupakan program Bupati Musi Rawas untuk menjadikan masjid agung Musi Rawas Darussalam untuk dijadikan ikon Kabupaten Musi Rawas. Perlu diketahui, Masjid Agung Darussalam ini dibuat semirip mungkin dengan masjid di Madinah. Walaupun tidak sama tapi dibuat semirip mungkin,” tandasnya.

Untuk diketahui, Masjid Agung Darussalam di Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, yang dibangun dengan arsitektur yang sangat cantik dan terletak di kawasan Agropolitan Center, masjid ini memang sudah menjadi bangunan termegah di Muara Beliti.

Masjid Agung Darussalam juga pernah memecahkan rekor Muri sebagai khatam Al Qur’an, sehingga tidak hanya menjadi tempat peribadahan, tapi juga destinasi wisata religi yang populer di Sumatera Selatan.

Beberapa kegiatan telah dilakukan di masjid ini, seperti shalat Idul Fitri dihadiri Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud dan Shalat Idul Adha 1446 H yang dihadiri oleh Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno, dan acara Pekan Raya Mantab 2025 yang menampilkan berbagai kegiatan sosial dan hiburan rakyat.

Masjid Agung Darussalam juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata religi, mengingat pernah memecahkan rekor Muri sebagai khatam Al Qur’an dan pernah dijadikan sebagai tempat manasik haji untuk anak-anak TK/PAUD se Kabupaten Musi Rawas. (*)

Penulis: RedaksiEditor: Sofyan Ali H

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *